15 April 2017

Penyebab Ayam Mati Mendadak Dengan Kepala Biru

penyebab ayam mati mendadak kepala biru
Ayam yang sebelumnya sehat wal afiat, tiba-tiba keesokan harinya sudah terbujur kaku. 

Kematian ayam yang secara mendadak ini, banyak terjadi pada peternakan ayam kampung skala kecil yang di pelihara secara umbaran atau tradisional.
Tentu kejadian seperti ini sangat membuat sedih para peternak ayam kampung terlebih ayam tersebut di harapkan dapat di jadikan tabungan untuk di jual pada saat menjelang lebaran.

Banyak yang menyimpulkan penyebab kematian ayam kampung secara mendadak ini dengan ciri khas kepala berwarna biru, disebabkan oleh flu burung. 

Sehingga apabila pada saat peralihan musim banyak ayam kampung yang mati dengan kepala berwarna biru, gempar seisi desa, bahwa wabah flu burung sedang melanda.
Padahal untuk mengetahui kebenaran flu burung sebagai penyebabnya, perlu dilakukan diagnosa lebih dalam, tidak bisa hanya melihat secara kasat mata berdasarkan kematian ayam yang secara tiba-tiba.

Penyebab kematian ayam secara mendadak dengan ciri khas kepala berwarna biru, atau biasa di kenal dengan Sudden Death Syndrome di sebabkan oleh beberapa penyakit dan bisa juga di sebabkan bukan oleh penyakit, tapi di karenakan ayam mengalami stres cuaca atau lebih di kenal dengan Cold Stres dan Heat Stress.

Biasanya apabila perbedaan temperatur siang hari dan malam hari melebihi 10° Celcius, akan terjadi kematian secara mendadak pada ayam. Kematian mendadak seringkali terjadi pada ayam dengan tubuh paling besar atau paling gemuk.

Untuk mendeteksi penyebab ayam mati mendadak dengan kepala biru karena disebabkan oleh penyakit atau bukan, dapat di lakukan dengan memperhatikan kloaka, mata dan paruh ayam yang mati tersebut.

Apabila tidak tidak terdapat lendir, kloaka tidak basah atau dapat di katakan bersih, kemungkinan besar penyebab kematian ayam secara mendadak dengan kepala biru di sebabkan oleh faktor cuaca atau Heat Stress.

Stress pada ayam, selain dapat mengurangi tingkat produktifitas juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh yang akhirnya akan menyebabkan serangan penyakit.

Apakah Heat Stress Itu, dan Apa Penyebabnya?
Stres adalah respon tubuh baik secara fisiologis, kimia ataupun tingkah laku terhadap perubahan dan gangguan fisik yang datang dari luar tubuh.

Heat stres adalah gangguan stress yang di sebabkan akibat kondisi temperatur udara lingkungan melebihi suhu normal atau suhu yang nyaman untuk ayam yaitu >28
° C.
Apabila suhu kurang atau melebihi 25-28
°C dengan kelembaban 60-70%, ayam akan kesulitan untuk menyeimbangkan produksi dan pembuangan panas tubuh.

Heat stres sendiri ada dua macam:
1. Heat stres Akut
Heat stres yang terjadi saat suhu dan kelembaban meningkat drastis. Seperti yang kami tulis di awal kalimat, perbedaan suhu antara siang dan malam melebihi
10°C maka ayam akan sangat mudah mengalami Sudden Death Syndrome.

2. Heat Stres Kronis
Heat stress kronis dipicu oleh meningkatnya suhu dan kelembaban dalam waktu yang relatif lama.
 

Kenapa Ayam yang lebih besar lebih mudah mengalami sudden death syndrome atau kematian mendadak?
Ayam dewasa dengan tubuh yang lebih besar akan lebih mudah terkena heat stress karena ayam dewasa dengan tubuh lebih besar, menghasilkan lebih banyak panas tubuh  di bandingkan dengan ayam yang memiliki tubuh kurus.

Dengan tingginya panas tubuh yang di keluarkan oleh ayam yang lebih besar, dan di sebabkan oleh ayam yang tidak memiliki kelenjar keringat di tambah dengan faktor bulu yang tebal, maka ayam akan mengalami kesulitan dalam melepaskan panas.






Di sinilah Anda menemukan jawaban, kenapa ayam mati mendadak dan kepalanya berwarna biru?
Ketika heat stres terjadi pada ayam, Ayam akan melakukan Peripheral Vasodilatation atau meningkatkan aliran darah perifer (tepi), terutama pada bagian jengger, pial, dan kaki, sehingga bagian tersebut warnanya menjadi lebih merah dan panas.




Karena adanya peningkatan aliran darah  pada jengger dan pial, maka ketika ayam mengalami kematian mendadak, sudah pasti jengger, pial, dan kepalanya akan berwarna biru. Warna biru tersebut sebenarnya di sebabkan oleh darah terkumpul yang tidak bergerak.

Pemeliharaan ayam secara umbaran, tentu ada kesulitan untuk mengawasi gejala dari heat stress ini.
penyebab ayam mati mendadak
Tabel Suhu Ideal

Untuk mengatasi heat stress, bisa di antisipasi dengan beberapa langkah di bawah ini:

1. Perbaiki kandungan nutrisi dalam makanan, dengan tercukupinya kebutuhan nutrisi pada ayam, maka ayam cenderung lebih mempunyai daya tahan yang bagus terutama ayam kampung. Dan ketika suhu pada malam hari lebih dingin, atau di bawah 22°C, ayam masih bisa memproduksi panas tubuh karena adanya kecukupan energi yang di dapat dari makanan.

Untuk minuman, tambahkan kunyit dan gula merah pada minuman dengan cara di parut atau di tumbuk halus.
Gula merah sebagai sumber energi tambahan, dan kunyit sebagai sumber vitamin dan antibiotik.
Ramuan ini lebih murah dan terbukti manjur untuk menjaga kesehatan ayam kampung yang Anda pelihara.

2. Perhatikan sistem sirkulasi udara pada kandang, gunakan atap kandang yang dapat mereduksi panas.


3. Atur kepadatan kandang supaya kandang tidak terlalu panas dan lembab karena menumpuknya kotoran. terutama pada kandang sistem liter.


4. Bersihkan kotoran secara rutin supaya kandang tidak terlalu lembab, lebih bagus lagi apabila pada lantai kandang di beri bubuk kapur. Sehingga lantai kandang tidak terlalu lembab.








Pertanyaan Anda mengenai apa yang menjadi penyebab ayam mati mendadak dengan kepala biru sudah terjawab.

Sekarang giliran Anda untuk beraksi mengatasi masalah terjadinya heat stress ini.


Semoga bermanfaat.




Written by: Wiraternak
Wiraternak, Updated at: April 15, 2017

03 October 2016

Cara Menghasilkan Ayam Bangkok Jawara Dengan Seleksi Genetik

Mempunyai ayam bangkok dengan kemampuan bertarung yang bagus tentu akan menjadi kebanggaan sendiri bagi pemiliknya.
Dengan mempunyai jago bangkok dengan kualitas jawara, membuat pemiliknya akan mudah di kenal di kalangan pecinta ayam bangkok aduan.

Dalam dunia hobi, entah itu ayam bangkok aduan, ayam ketawa, ayam serama, setiap ayam tersebut menjuarai sebuah lomba, harga ayam tersebut akan melambung naik, dan yang paling menguntungkan adalah harga anakan dari ayam yang selalu menjuarai lomba juga akan ikut terdongkrak naik.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana caranya menghasilkan anak ayam,dalam hal ini anak ayam bangkok dengan kualitas jawara?
Karena tidak semua ayam bangkok jawara akan menghasilkan anakan dengan kualitas yang mendekati indukannya.

Kenapa Tidak Semua Ayam Bangkok Jawara Mampu Menghasilkan Keturunan Yang Dapat Menjadi Jawara?
Yang menjadi penyebab ayam bangkok jawara menghasilkan anakan yang tidak memiliki mental jawara dikarenakan masih banyaknya sifat genetik yang di bawa oleh ayam jawara tersebut.
Untuk menghasilkan ayam bangkok jawara, yang perlu kita lakukan adalah melakukan seleksi indukan tersebut.
Apapun tipe tarung yang Anda inginkan, untuk dapat menghasilkan anak ayam bangkok yang memiliki potensi menjadi jawara, adalah dengan mencari indukan dimana indukannya juga memiliki karakter bertarung seperti yang Anda inginkan.


Membeli indukan ayam bangkok dengan tujuan mendapatkan ayam bangkok dengan kualitas jawara, harus memperhatikan asal usul ayam bangkok tersebut.
Karena tidak semua peternak ayam bangkok memperhatikan keseragaman genetik pada peternakan ayam bangkoknya. Sehingga menjadi sangat wajar apabila kita membeli ayam bangkok dari peternak tersebut yang selalu menjadi juara, menghasilkan anakan yang tidak mempunyai sifat juara.

Penggalian potensi genetik akan membantu kita untuk mendapatkan anakan ayam bangkok yang mempunyai kualias tarung yang mumpuni.
Melakukan seleksi genetik adalah satu hal yang wajib di lakukan supaya kita bisa mendapatkan ayam bangkok yang sesuai dengan keingingan kita.

Saat ini, sebagian besar metode seleksi ternak yang digunakan sebagai bibit di tetapkan masih berdasarkan sifat fenotipe. Oleh karena itu sangat wajar ketika Indukan tersebut menghasilkan turunan yang tidak sama karena masih mempunyai variasi genetik yang sangat tinggi.

Untuk melakukan seleksi genetik, alangkah baiknya kita memahami istilah genotipe dan fenotipe.
Karena di sinilah dasar-dasar seleksi genetik untuk mendapatkan indukan terseleksi itu di lakukan.

Apa Itu Fenotipe?
Pengertian fenotipe mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme.
Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu.

Fenotipe ditentukan sebagian oleh genotipe individu, sebagian oleh lingkungan tempat individu itu hidup, waktu, dan, pada sejumlah sifat, interaksi antara genotipe dan lingkungan. Waktu biasanya digolongkan sebagai aspek lingkungan (hidup) pula. Ide ini biasa ditulis sebagai

P = G + E + GE,

dengan P berarti fenotipe, G berarti genotipe, E berarti lingkungan, dan GE berarti interaksi antara genotipe dan lingkungan bersama-sama (yang berbeda dari pengaruh G dan E sendiri-sendiri.

Apa Itu Genotipe?
Genotipe (harafiah berarti "tipe gen") adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan keadaan genetik dari suatu individu atau sekumpulan individu populasi. Genotipe dapat merujuk pada keadaan genetik suatu lokus maupun keseluruhan bahan genetik yang dibawa oleh kromosom (genom). Genotipe dapat berupa homozigot atau heterozigot. Setelah orang dapat melakukan transfer gen, muncul pula penggunaan istilah hemizigot.

Dalam genetika Mendel (genetika klasik), genotipe sering dilambangkan dengan huruf yang berpasangan; misalnya AA, Aa, atau B1B1. Pasangan huruf yang sama menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan adalah homozigot (AA dan B1B1), sedangkan pasangan huruf yang berbeda melambangkan individu heterozigot. Sepasang huruf menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan ini adalah diploid (2n). Sebagai konsekuensi, individu tetraploid (4n) homozigot dilambangkan dengan AAAA.

Seleksi genetik di lakukan untuk mendapatka indukan yang akan menghasilkan anakan yang mempunyai kesergaman genetik atau lebih di kenal dengan Parent Stock.
Parent stock ini akan menghasilkan anakan yang mempunyai keseragaman genetik. Untuk menciptakan parent stock ini, di butuhkan waktu yang tidak sebentar. Sangat di butuhkan kesabaran dan ketelitian untuk mendapatkan parent stock ini.


Seleksi Calon Indukan
Seleksi calon induk pejantan maupun betina asal merupakan tahap awal proses seleksi untuk mendapatkan keturunan ayam bangkok jawara. Usahakan memilih indukan dengan usia yang sudah matang. Untuk betina, gunakan betina ayam bangkok yang sudah berusia 7 bulan ke atas.
Dan untuk ayam jantan, gunakan ayam jantan bangkok dengan usia 1,5th ke atas.
Induk tersebut di ambil dari populasi ternak yang terseleksi berdasarkan gaya tarung yang kita inginkan.

Tindakan pertama yang di lakukan dalam program seleksi ini adalah dengan memisahkan ayam bangkok yang memiliki kematangan usia produksi dan kecenderungan gaya tarung seperti yang kita inginkan.

Setelah ayam bangkok dengan karakter tarung sesuai yang kita inginkan di dapatkan, kumpulkan ayam tersebut dalam kandang seleksi. Kemudian lakukan seleksi ulang.
Pilih ayam bangkok pejantan dan betina yang memiliki sifat/gaya tarung yang paling dominan di antara ayam bangkok yang sudah terseleksi tersebut.

Kebanyakan para peternak ayam bangkok, hanya memperhatikan karakter dari pejantan untuk di jadikan indukan.
Masih banyak di antara kita yang mengabaikan bagaimana karakter atau gaya tarung ayam bangkok betina yang akan di jadikan indukan. Padahal ayam bangkok betina juga memberikan kontribusi genetik kepada ayam bangkok anakan hasil dari perkawinan dengan ayam bangkok jantan yang kita gunakan untuk menghasilkan anak ayam bangkok dengan mental, gaya dan jurus jawara.

Pernah melihat ayam bangkok betina bertarung?
Perhatikan ketika ayam bangkok betina bertarung, hampir sama ayam bangkok betina dan ayam bangkok pejantan, tidak semua ayam bangkok betina maupun pejantan memiliki gaya tarung yang sama bukan?


Seleksi Kapasitas Produksi
Setelah kita berhasil melakukan seleksi indukan, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan seleksi kapasitas produksi.
Seberapa bagus kapasitas produksi dari indukan hasil seleksi tersebut.

Walaupun tujuan seleksi genetik yang kita lakukan adalah untuk menghasilkan ayam bangkok yang mampu menghasilkan turunan jawara, kapasitas produksi dari ayam bangkok tersebut juga harus menjadi acuan dalam seleksi genetik ini.

Semakin bagus kapasitas produksi indukan ayam bangkok, tentu akan semakin memberikan keuntungan yang besar dalam dunia peternakan.
Kapasitas produksi ini tidak hanya menyangkut tentang seberapa banyak telur yang di hasilkan oleh indukan ayam bangkok tersebut, akan tetapi juga menyangkut seberapa besar fertilitas dan daya tetas telur yang di hasilkan oleh indukan.


Seleksi Anakan Hasil Persilangan
Seleksi anak di lakukan dengan memperhatikan karakter/gaya tarung dari anakan tersebut, kecepatan pertumbuhan, dan daya tahan terhadap penyakit.

Jangan hanya fokus pada satu tujuan untuk mendapatkan ayam bangkok kualitas jawara. Karena tidak ada satupun di dunia ini, ayam bangkok penyakitan yang mampu menjadi juara di arena lomba.
Ayam bangkok penyakitan di bawa ke arena lomba, musuhnya pun tidak akan berani bertarung, bukan karena menakutkan, tapi karena musuhnya takut ketularan penyakit.

Jawara itu artinya sehat. Untuk menjadi juara di arena lomba, sehat adalah syarat wajib yang harus di miliki oleh ayam bangkok aduan.

Semua jawara adalah yang memiliki kesehatan bagus, baik kesehatan fisik maupun mentalnya.

Anakan dari hasil persilangan ini, di usahakan di tempatkan pada kandang yang berbeda sesuai dengan indukan masing-masing.
Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pemantauan pertumbuhan dan memudahkan dalam persilangan selanjutnya.
Apabila tidak di pisahkan dalam kandang yang berbeda, kita akan mengalami kesulitan dalam mengantisipasi terjadinya perkawinan sedarah.

Setelah anakan ayam bangkok tumbuh besar dan siap untuk di kawinkan, lakukan seleksi seperti saat kita melakukan seleksi untuk mendapatkan indukan dengan kualitas produksi, kesehatan, dan gaya tarung yang kita inginkan.

Perhatikan Gambar berikut ini:
Cara menghasilkan Ayam bangkok jawara


Pemeliharaan Anak Ayam Bangkok
Untuk mendapatkan indukan ayam bangkok yang berkualitas, peternak sebaiknya benar-benar memperhatikan kandungan nutrisi dalam makanan ketika usia anak ayam bangkok 1hari sampai 3 bulan.
Karena pada usia ini adalah usia pertumbuhan organ-organ tubuh dan organ reproduksi pada anak ayam bangkok.

Organ tubuh dan organ reproduksi anak ayam bangkok tidak akan dapat tumbuh maksimal apabila sampai terjadi kekurangan nutrisi yang terkandung di dalam makanan.

Pengetahuan terhadap seleksi genetik untuk mendapatkan turunan ayam bangkok dengan kelas jawara, harus di imbangi juga dengan pengetahuan terhadap kebutuhan nutrisi ayam bangkok tersebut.

Jangan hanya mengikuti saran dari peternak lain terhadap kemanjuran jamu ini lah jamu itulah untuk ayam bangkok kesayangan anda, sebaiknya pahami kandungan dari jamu-jamu herbal untuk ayam bangkok tersebut.
Dengan memahami kebutuhan nutrisi, anda pun akan mudah memahami apakah jamu tersebut memiliki kandungan yang sesuai dengan kebutuhan ayam bangkok kesayangan anda.

Parent Stock Adalah Uang
Banyak yang mengatakan, ketika kita sudah memiliki parent stock, atau indukan yang dapat menghasilkan anakan dengan tingkat keseragaman yang tinggi, maka uang akan mengalir dengan sendirinya.
Itu memang benar sekali, secara untuk mendapatkan parent stock ini di butuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal ini yang membuat banyak peternak yang tidak sabar akan menyerah di tengah jalan.

Menciptakan indukan ayam bangkok yang dapat menghasilkan anakan-anakan jawara, membutuhkan proses panjang. Kesabaran, ketekunan dan ketelitian adalah syarat utama yang harus di miliki oleh peternak ayam bangkok yang ingin mempunyai indukan parent stock yang dapat menghasilkan anakan-anakan yang selalu memenangi di medan pertarungan.


Salam Peternakan, Semoga bermanfaat.
Written by: Wiraternak
Wiraternak, Updated at: October 03, 2016

22 January 2016

Peluang Peternakan Sapi Potong Atau Sapi Pedaging Di Tahun 2016

sapi potong
Ternak sapi potong atau sapi pedaging adalah peternakan yang umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia.
Kebanyakan cara beternak sapi potong yang dilakukan masih dalam skala kecil atau dapat di katakan usaha sampingan. Karena untuk beternak sapi dengan skala peternakan yang lebih besar, di butuhkan modal yang tidak sedikit.


Selain daging ayam, daging kambing, daging sapi juga merupakan salah satu daging yang mendominasi kebutuhan daging di Indonesia.
Setiap hari ribuan sapi di potong untuk memenuhi kebutuhan pasar terhadap sapi. Tingginya kebutuhan daging sapi tidak terlepas dari banyaknya muncul  usaha kuliner yang berkaitan dengan daging sapi.
Bakso adalah salah satu usaha yang tidak bisa lepas dari daging sapi, dimana hampir setiap kota berdiri warung bakso di setiap sisi jalan utama maupun jalan daerah.

Pada saat ini, kebutuhan daging sapi di Indonesia masih belum mampu di penuhi oleh para peternak lokal dengan kapasitas produksi masih jauh dari kebutuhan daging sapi, sehingga sampai saat ini kebijakan kran impor daging sapi dari luar masih di buka lebar oleh pemerintah Indonesia.

Berdasarkan pemantauan wiraternak, usaha peternakan sapi potong merupakan usaha yang sangat layak di jalani, mengingat kebutuhan daging sapi masih sangat tinggi dan masih belum dapat dipenuhi oleh peternak lokal.
Apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan impor daging sapi dari luar negeri, akan berimbas pada kenaikan harga daging sapi di pasaran.

Indonesia masih jauh dari kemampuan swasembada daging sapi, dalam hal ini pemerintah sebenarnya tidak tinggal diam.
Hampir setiap tahun ada bantuan sapi dari pemerintah baik itu melalui aspirasi partai atau berupa dana hibah, tapi sayangnya tidak di kelola dengan baik oleh masyarakat.


Di samping itu masyarakat yang menerima bantuan sapi dari pemerintah, tidak mengelola peternakan sapi tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Sudah bukan rahasia lagi kalau sapi bantuan dari pemerintah seringkali mengalami penguapan yang berujung tidak ada kejelasan jejak sapi bantuan tersebut.

Tidak di tutupnya kebijakan impor daging sapi dari luar negeri, adalah sebuah indikasi bahwa peternakan sapi potong masih memiliki peluang yang bagus untuk di jalankan.



Langkah Beternak Sapi Potong.
Dalam usaha peternakan sapi potong, ada tiga jenis peternakan, yaitu pembibitan, penggemukan, pembibitan sekaligus penggemukan.

Dari tiga jenis peternakan sapi potong, usaha peternakan penggemukan sapi potong adalah jenis peternakan sapi potong yang memiliki perputaran modal paling cepat/

Usaha penggemukan sapi potong biasanya di mulai dengan membeli sapi jantan yang berusia 2,5 tahun  ke atas untuk digemukkan selama 3-4 bulan, kemudian di jual kembali.

Perputaran modal pada usaha penggemukan sapi potong jauh lebih cepat di bandingkan dengan usaha sapi potong yang berorientasi pada usaha pembibitan sapi potong.
Keuntungan di dalam usaha pembibitan sapi potong baru akan dirasakan dalam satu tahun, karena sapi menghasilkan anakan satu tahun sekali.

Pemilihan sapi yang akan di ternakkan adalah faktor penting yang menunjang keberhasilan dalam peternakan sapi potong yang akan di jalani.
Dalam memilih sapi yang akan di ternakkan, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Usia sapi di atas 2,5 tahun
2. Mata sapi bersih dan cerah.
3. Carilah sapi yang agak kurus supaya harga lebih mudah untuk di tawar, akan tetapi perhatikan juga bahwa kurusnya tersebut bukan karena penyakit.
4. Tidak mengalami gangguan pernafasan, hidungnya tidak mengeluarkan lendir.
5. Bulu-bulunya halus, tidak terdapat bekas luka ataupun penyakit kulit.
6. Usahakan memilih sapi dengan kondisi ekor dan dubur bersih, untuk memastikan bahwa sapi tersebut tidak menderita penyakit diare.
7. Pegang bagian kuku sapi tersebut, usahakan memilih sapi dengan kuku yang tidak terasa panas.

Dengan mendapatkan sapi yang sehat dan mempunyai potensi pertumbuhan yang bagus, kita akan lebih mudah mendongkrak pertumbuhan sapi tersebut.

Tentunya untuk mendongkrak pertumbuhan sapi tersebut harus di sertai dengan perawatan yang bagus dan asupan nutrisi yang mencukupi.
Karena sebagus apapun sapi yang di ternak, pertumbuhannya tidak akan sebagus sapi yang diternak dengan asupan nutrisi yang bagus.


Siap menyambut tantangan swasembada daging sapi?



Semoga bermanfaat













 

Written by: Wiraternak
Wiraternak, Updated at: January 22, 2016

19 January 2016

Budidaya Cacing Tanah, Usaha Peternakan Dengan Modal Ringan

Budidaya cacing tanah adalah sebuah usaha peternakan yang membutuhkan modal tidak terlalu besar.
Walaupun besar kecilnya modal usaha memang tergantung seberapa besar skala peternakan yang akan di jalankan, tapi untuk langkah awal budidaya cacing tanah, kisaran modal yang diperlukan tidak sebesar modal usaha peternakan lainnya.


Modal usaha peternakan cacing tanah memang dapat di tekan sekecil mungkin, mengingat bibit cacing tanah bisa di dapatkan di sekitar rumah Anda.


Beda cerita kalau pengadaan bibit cacing tanah yang akan Anda budidayakan adalah bibit cacing tanah dari hasil membeli kepada peternak cacing tanah, tentu modal yang butuhkan akan bertambah untuk pengadaan indukan cacing tanah.


Budidaya cacing tanah merupakan peluang usaha peternakan yang bagus untuk di jalankan, mengingat kebutuhan cacing tanah pada saat ini tidak hanya untuk mensuplai kebutuhan pabrik.

Cacing tanah di samping untuk mensuplai kebutuhan pabrik kosmetik atau pabrik farmasi, juga di butuhkan oleh para kicaumania dan mancing mania.


Kandungan cacing tanah yang kaya akan nutrisi, menjadi makanan tambahan pilihan para kicaumania untuk burung kesayangannya.

Sementara bagi para mancing mania, cacing sudah tidak asing lagi untuk di jadikan umpan hidup yang sangat bagus untuk memancing ikan.


Adanya anggapan cacing tanah hanya di butuhkan oleh industri kosmetik dan farmasi, membuat banyak orang mengurungkan niat untuk budidaya cacing tanah karena kawatir hasil ternaknya tidak dapat di serap oleh pasar.


Untuk peternakan cacing tanah skala besar, dengan kapasitas produksi mencapai satu ton per bulan, bekerja sama dengan industri menjadi satu pilihan sebagai solusi pemasaran hasil produksi cacing tanah.

Tapi untuk skala produksi rumah tangga, atau skala produksi kecil, hasil produksi dari budidaya cacing tanah masih dapat di serap oleh kebutuhan pasar yang datang dari kicaumania dan mancing mania.


Sebagai gambaran, peternak burung murai dengan jumlah indukan yang di ternakkan sebanyak 5 pasang, setiap minggu membutuhkan cacing tanah sebanyak 1kg, dalam sebulan seorang peternak burung murai, membutuhkan suplai cacing tanah sebanyak 4kg.

Peluang ini masih jarang yang mengetahuinya, sehingga peternak cacing tanah masih sedikit jumlahnya dalam satu daerah.


Selain peternak burung, orang-orang yang memiliki hobi memancing juga dapat di jadikan target pasar. Biasanya kalau toko penjual alat pancing menyediakan umpan hidup seperti cacing tanah, orang yang memiliki hobi mancing akan lebih memilih membeli cacing tanah daripada harus repot mencari cacing tanah.

Indukan Cacing Gratis
Sekarang adalah musim yang tepat untuk mencari indukan cacing secara gratis. Pada musim penghujan, cacing sangat mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal kita.

Cacing banyak menempati tanah dimana terdapat banyak sampah organik, tanahnya gembur, dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Indukan cacing juga bisa didapatkan di sekitar kandang ternak, di bawah pohon pisang dan di bawah pohon di mana terdapat daun-daun yang sudah membusuk.

Ekologi Cacing Tanah
Cacing tanah berdasarkan ekologi di bagi ke dalam tiga jenis cacing tanah, yaitu cacing permukaan (epigeic), cacing dalam (endogeic) dan cacing sangat dalam (anecic).

1. Cacing Permukaan (Epigeic)
Cacing jenis epigeic hidup di lapisan bagian atas tanah dan makan bagian dari tanaman yang sudah membusuk.

Cacing tanah jenis epigeic memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding jenis cacing lainnya dan mampu berkembang biak dengan cepat.
Kelebihan cacing ini adalah ketahanannya terhadap panas
Oleh karena itu cacing ini hidup bersama organisme lainnya yang berperan dalam proses terbentuknya kompos.

Contoh cacing epigeic adalah cacing Lumbricus Rubellus.

2. Cacing Endogeic
Kalau cacing epigeic memakan makanan yang berada di permukaan tanah, tidak demikian dengan cacing jenis endogeic.

Cacing tanah jenis endogeic memakan makanan yang berada di bawah permukaan tanah secara horisontal.

Jenis cacing yang masuk ke dalam kategori cacing epigeik adalah cacing Aporrectodea caliginoda ,aporrectodea rosea dan Aporrectodea caliginoda tuberculata.

Cacing ini memakan akar-akar tanaman yang sudah mati, dan cacing ini tidak memakan sumber makanan yang berada di permukaan tanah, karena cacing jenis endogeic tidak memiliki ketahanan terhadap panas.

3. Cacing Sangat Dalam (anecic)
Cacing tanah anecic termasuk binatang nocturnal atau binatang yang aktif pada malam hari.

Cacing anecic tinggal secara permanen dengan mengebor lapisan tanah secara vertikal.
Cacing ini akan merambat ke permukaan tanah pada malam hari untuk memakan kompos, sampah daun dan materi organik lainnya yang menjadi makanannya.

Cacing tanah jenis anecic hidup di tanah yang terlindung dari sinar matahari langsung, lembab, gembur dan banyak daun kering yang sudah membusuk.

Jenis cacing tanah yang masuk dalam kategori cacing tanah anecic adalah Lumbricus terrestris dan Aporrectodea longa.

Dari ketiga ekologi cacing tanah di atas, cacing tanah yang banyak di pelihara dan di ternakkan adalah jenis cacing tanah lumbricus rebellus.
Karena cacing tanah jenis lumbricus rebellu memiliki karakter perkembang biakan yang sangat cepat di banding jenis cacing lainnya yang sering di ternakkan.

Cacing tanah jenis lumbricus sangat rakus dalam mengkonsumi makanan, oleh karena itu sangat wajar apabila cacing lumbricus memproduksi kascing lebih banyak.
Banyaknya produksi kascing ini tentu akan menambah pemasukan dalam budidaya cacing tanah. Karena kascing sangat bagus di gunakan sebagai pupuk organik tanaman.

Cacing tanah dapat berkembang dengan baik pada media peternakan cacing tanah yang mengandung tingkat keasaman 6,0 -7,2%, tingkat kelembaban 15-30%, dan temperatur 15-25º C.

Jangan pusing melihat kandungan ideal pada media pemeliharaan cacing tanah.
Untuk mengetahui ideal atau tidak nya media pemeliharaan cacing tanah, Anda tidak perlu menggunakan alat khusus.

Anda tinggal memperhatikan cacing-cacing tanah yang di masukkan  ke dalam media pemeliharaan.
Apabila cacing tanah merasa betah dan tidak pergi ke mana-mana, berarti media dan tempat pemeliharaan sudah ideal bagi cacing tanah untuk berkembang biak.

Kalau banyak cacing yang keluar dari media pemeliharaan, maka dapat di simpulkan bahwa media pemeliharaan masih kurang ideal untuk cacing tanah tempati dan berkembang biak.

Supaya sukses dalam usaha peternakan cacing tanah, sebaiknya perhatikan beberapa point penting di bawah ini:

1. Ciptakan pasar
Tidak sedikit yang mengurungkan niat untuk beternak cacing tanah karena ketakutan tidak adanya pasar yang menerima hasil produksi peternakan cacing tanah.

Kalau Anda hanya menunggu adanya permintaan pasar, tentu usaha peternakan tidak akan segera di jalankan.
Jangan menunggu pasar, segera ciptakan pasar.

Apabila terdapat kendala dalam pemasaran, wiraternak dapat membantu promosi usaha peternakan Anda dalam bentuk artikel, dimana pada bagian akhir artikel akan di tulis alamat dan kontak telepon Anda untuk berhubungan dengan pembeli hasil peternakan Anda.

2. Pahami siklus hidup cacing tanah
Dengan memahami siklus hidup cacing tanah, sebagai peternak cacing pemula, Anda dapat memperkirakan waktu panen dan waktu memasukkan cacing baru ke dalam media peternakan.

3. Kuasai Ilmu percacingan
Beternak apapun tanpa ilmu, akan memberikan hasil yang lebih lama di bandingkan dengan peternakan yang menggunakan referensi cara beternak dengan baik dan benar yang bisa di dapatkan dari berbagai sumber.

Jangan malu bertanya, apalagi sampai malas bertanya. Jangan merasa sayang mengeluarkan uang untuk membeli buku sebagai bahan referensi.

Dengan menguasai ilmu percacingan, kendala-kendala yang menjadi tantangan utama dalam peternakan cacing akan dapat terlewati dengan mulus.
Tentu semua itu membutuhkan ilmu atau pengalaman.
Belajar dari pengalaman orang lain, akan membantu Anda menghindari kendala yang ada.

4. Jalani dengan sungguh-sungguh
Konsistensi dan kesungguhan dalam menjalankan sesuatu berlaku pada semua hal positif, termasuk dalam dunia peternakan.

Peternakan cacing tanah yang di jalani dengan setengah-setengah tentu hasilnya juga akan setengah-setengah.
Terlepas seberapa besar peternakan cacing yang dimiliki, keseriusan dalam menjalankan usaha peternakan cacing ini adalah point penting yang boleh di lewatkan.



Usaha peternakan adalah upaya untuk mensuplai kebutuhan hasil ternak secara kontinyu atau terus menerus.
Kita tidak mungkin dapat mensuplai kebutuhan pasar terhadap hasil produksi cacing tanah yang berasal dari alam.

Untuk dapat mensuplai kebutuhan cacing tanah secara kontinue dan jangka panjang, satu-satu nya cara adalah dengan membudidayakan cacing tanah.


Salam peternakan, semoga bermanfaat.


Written by: Wiraternak
Wiraternak, Updated at: January 19, 2016

Cara Memilih Indukan Sapi Perah Yang Berkualitas

Yang di harapkan dalam usaha peternakan sapi perah adalah tingginya produksi susu yang di dapatkan dari setiap sapi yang di pelihara.

Banyak faktor yang menyebabkan tidak semua sapi perah dapat menghasilkan susu banyak,  salah satunya adalah kualitas sapi perah yang dipelihara, apakah memiliki tetua yang bagus kualitas produksinya atau tidak.

Oleh karena itu, memilih indukan sapi perah yang berkualitas menjadi bagian penting yang dapat menunjang kesuksesan dalam peternakan sapi perah.

Kualitas Genetis  Sapi Perah
Kesuksesan dalam peternakan tidak terlepas dari kualitas hewan ternak yang di pelihara. Inti dari kesuksesan dalam usaha peternakan adalah seberapa besar produktifitas hewan ternak yang Anda pelihara memberikan keuntungan kepada Anda sebagai peternak. 

Produktifitas hewan ternak, tidak terlepas dari kualitas tetua atau indukan hewan ternak tersebut, dan untuk mendapatkan hewan ternak yang akan di pelihara, tentu Anda harus melihat sejarah indukan atau tetua dari hewan ternak yang kita pelihara.

Demikian juga dengan sapi perah, memilih indukan sapi perah yang berkualitas, kita harus mendapatkan kejelasan informasi mengenai kualitas produksi indukan sapi perah tersebut.

>Setiap makhluk hidup akan membawa gen dari tetua atau indukan yang melahirkannya. Sapi perah dengan kualitas produksi yang bagus, akan menurunkan sifat-sifatnya kepada anakannya.
Begitu juga dengan sapi perah yang memiliki kualitas produksi yang kurang bagus, juga akan menurunkan sifat-sifatnya kepada anakannya.

Dalam memilih indukan sapi perah, yang perlu Anda perhatikan adalah kualitas tetua dari sapi perah yang akan Anda beli. Hal ini mutlak di perlukan, mengingat kemampuan produksi susu setiap sapi perah sudah pasti berbeda.

Seperti yang pernah wiraternak tulis pada artikel yang berjudul "Jenis-Jenis Sapi Perah Unggul Penghasil Susu Terbaik, sapi perah holstein adalah sapi perah yang dapat menghasilkan susu paling banyak.

Akan tetapi karena kelemahan sapi perah holstein yang tidak dapat tahan terhadap suhu panas, untuk di ternakkan di Indonesia, sapi holstein di silangkan dengan sapi lokal, sehingga menghasilkan sapi perah yang memiliki karakter sesuai dengan iklim Indonesia.

Perkawinan antara sapi holstein dengan sapi lokal menghasilkan sapi perah dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

Peternak sapi di Indonesia berbeda dengan peternak sapi di Amerika dan Eropa, dimana kebanyakan peternak di sana memiliki padang rumput yang luas sebagai sumber makanan sapi yang di ternakkan.

Besar kecilnya ukuran sapi perah, akan berpengaruh terhadap konsumsi pakan yang  di butuhkan.

Untuk di ternakkan di Indonesia, pemilihan indukan sapi perah yang berasal dari sapi holstein yang sudah di kawinkan dengan sapi lokal adalah langkah yang ideal.

Membeli Indukan Dari Sumber Yang Terpercaya.
Bukan tidak mungkin dalam membeli indukan sapi perah Anda akan mendapatkan kenyataan pahit, dimana sapi perah yang di pelihara tidak memberikan kemampuan produksinya seperti yang di ceritakan oleh orang di mana Anda membeli sapi perah.

Pada saat ini banyak orang yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan nilai kejujuran yang seharusnya menjadi prinsip jual beli.

Dalam memilih indukan sapi perah, usahakan untuk membeli dari orang atau sumber yang dapat di percaya. Jangan sampai hanya membeli sapi perah dimana kualitas hanyalah sebatas kata.

Untuk memilih indukan sapi perah yang memiliki kualitas yang bagus, Anda dapat memperhatikan gambar di bawah ini beserta keterangannya.


peternakan sapi

Sapi perah yang bagus akan mempunyai ciri-ciri fisik sebagai berikut:
1.Bagian kepala
  • Memiliki panjang yang sedang
  • Moncong lebar
  • Lubang hidung terbuka, terlihat bersih dan tidak terdapat lendir
  • Mata terlihat bersih, berbinar atau tidak sayu.
Selain untuk mengetahui kemampuan produksi dengan melihat ciri-ciri hidung dan mata pada bagian kepala sapi, Anda juga dapat melihat sapi tersebut memiliki kesehatan yang baik atau tidak.
Sapi dengan kesehatan yang baik, memiliki hidung yang bersih dan mata yang tidak sayu.

2. Bagian leher
Bagian leher pada sapi perah yang bagus berbentuk panjang dan ramping. Biasanya sapi perah yang memiliki leher cenderung pendek, akan menghasilkan susu yang lebih sedikit di banding dengan sapi perah yang memiliki leher panjang dan ramping.

Bentuk leher yang panjang dan ramping ini sulit untuk di definisikan secara jelas dengan menggunakan ukuran, akan tetapi kalau sudah terbiasa memelihara sapi perah, bentuk leher sapi perah yang panjang dan ramping akan mudah Anda kenali.
3. Kaki depan
  • Lurus
  • Panjang
  • Kuat atau kokoh pijakannya
  • Dilihat dari cara berjalan, kaki depan sapi yang baik adalah dapat berjalan secara teratur, tidak pincang.
4. Permukaan dada 
Sapi perah yang bagus memiliki permukaan dada yang lebar, rusuk memanjang ke depan, dan otot dada kelihatan memiliki otot yang kokoh.

5. Pinggang
Pada bagian pinggang, sapi perah yang memiliki kualitas bagus memiliki pinggang yang lebar, dan memiliki tinggi yang rata.
Ada beberapa sapi perah yang memiliki pinggang cekung atau tidak rata.

6. Iga
Iga sapi perah yang bagus berbentuk panjang, lebar, keliatan besar akan tetapi memiliki permukaan yang rata.

7.Tulang pinggul
Tulang pinggul tampak halus, menonjol, dan melengkung.

8. Ambing bagian depan
Ambing bagian depan memiliki tekstur yang elastis, berbentuk tidak terlalu panjang, kencang atau memiliki bentuk yang tidak kendor.

Ambing pada sapi perah yang sudah memiliki usia tua, berbentuk sudah tidak terlalu kencang atau kendor.

9. Ambing bagian belakang
Memiliki kedalaman yang sedang, memiliki tinggi dan lebar yang seimbang atau simetris. Ambing belakang yang memiliki bentung yang tidak simetris akan sangat mudah kelihatan.

10. Puting
Puting pada sapi perah memiliki bentuk yang tegak lurus, letaknya seimbang, dan mempunyai ukuran yang panjang.

11. Bagian antara pinggul dan tulang pin
Bagian antara pinggul dan tulang pin pada sapi perah yang memiliki kualitas yang baik adalah pada lebar, kokoh, dan dekat dengan pusat tulang pinggul dan tulang pin

12. Tulang pin
Lebar, sedikit lebih rendah dengan tulang pinggul

13. Pangkal ekor
Ekor ada di antara tulang pin, terlihat rapi dari atas ke bawah, tidak terdapat benjolan, ekor terlihat bagus dan rata.

14. Tulang bawah tumit.Tulang bawah tumit pada sapi perah, sebaiknya di pilih tulang bawah tumit yang kuat, dengan panjang sedang, memiliki daging yang kenyal dengan tulang yang besar.

15. Kaki
Kaki atau bisa di katakan bagian kuku memiliki bentuk yang tidak terlalu tajam, tidak terlalu tegak.
Perhatikan gambar di bawah ini:


peternakan sapi


Dengan memahami ciri-ciri sapi perah yang berasal dari kualitas indukan yang bagus, akan membantu Anda dalam memilih sapi perah yang akan di budidayakan.

Seperti yang wiraternak tulis di atas, faktor genetik sangat berpengaruh terhadap produktifitas ternak yang sesuai dengan tujuan pemeliharaan hewan ternak.

Kualitas indukan hewan ternak akan menurun kepada turunannya, dan jangan sampai terjadi salah pilih dalam pemilihan hewan ternak.

Termasuk pada peternakan sapi perah, kesalahan memilih kualitas indukan akan berakibat pada rendahnya produktifitas peternakan yang akan berujung pada kerugian usaha peternakan sapi perah.

Salam sukses peternakan
Semoga bermanfaat.
Written by: Wiraternak
Wiraternak, Updated at: January 19, 2016

16 January 2016

Jenis-Jenis Sapi Perah Unggul Penghasil Susu Terbaik

Sapi perah adalah sapi yang dapat menghasilkan susu dalam jumlah yang lebih banyak di banding dengan sapi pedaging atau sapi potong betina.

Seperti halnya pada peternakan ayam terdapat dua jenis ayam petelur dan ayam pedaging, dalam peternakan sapi pun jenis sapi terbagi menjadi dua, yaitu sapi pedaging dan sapi perah.

Susu yang sering kita konsumsi atau yang sering kita lihat dalam kemasan kaleng maupun sachet, adalah susu yang di hasilkan oleh sapi perah yang banyak di ternakkan oleh peternak sapi di Indonesia.

Sapi perah bukanlah satu-satunya hewan ternak yang dapat menghasilkan susu, akan tetapi susu sapi adalah satu-satunya susu yang paling banyak di konsumsi di negara kita ini.

Meskipun sapi perah yang paling banyak di pelihara oleh peternak sapi Indonesia adalah sapi jenis peranakan Friesian Holstein (PFH), yaitu persilangan sapi jenis Friesian Holstein dengan sapi lokal.

Hampir semua sapi perah yang ada di Indonesia adalah sapi impor, Indonesia tidak mempunyai sapi perah trah asli. 

Sehingga untuk mendapatkan sapi perah yang sesuai dengan kondisi iklim di Indonesia di lakukan perkawinan antara sapi perah impor dengan sapi lokal.

Untuk menambah pengetahuan, tidak ada salahnya kita mengetahui sapi perah dari jenis yang lain.

Dengan mengetahui jenis-jenis sapi perah, tentu ini akan sangat membantu para peternak sapi perah pemula untuk bisa mendapatkan sapi perah yang akan diternakkan sesuai dengan jenis yang di inginkan.

Jenis-Jenis Sapi Perah

Sapi Gir
  • Negara Asal: India Barat, tepatnya daerah Kathiawar.
  • Warna: Pada umumnya sapi Gir memiliki warna putih dengan sedikit bercak coklat atau hitam, ada juga yang memiliki bercak kuning kemerahan.
  • Bobot Betina Dewasa: 400kg
  • Bobot Pejantan Dewasa: 600kg

Kelebihan sapi jenis ini adalah tahan untuk di gunakan membajak sawah. Berbeda dengan jenis sapi perah lainnya yang cenderung tidak memiliki ketahanan terhadap cuaca ekstrim.

Sapi Gir betina dewasa dapat mencapai bobot 400kg, sedangkan sapi jantan dewasa dapat mencapai bobot 600kg.

Sapi Gir dapat memproduksi susu rata-rata 2000 liter /tahun. Kadar lemak yang terkandung di dalam susu sapi Gir sebesar 4,5- 5 %. 
Ternak sapi perah
Sapi Gir Jantan

ternak sapi perah
Sapi Gir Betina



Sapi Sahiwal
  • Negara Asal: Punyab, Distrik Montgo Mery, Pakistan
  • Warna: Kelabu kemerah - merahan, Merah sawo, Coklat
  • Bobot Betina Dewasa: 450 kg
  • Bobot Pejantan Dewasa: 500-600kg.
Sapi Sahiwal dapat memproduksi susu antara 2500 sampai 3000 kg /tahun dengan kadar lemak 4.5%.

Menurut penelitian yang di lakukan Ware pada tahun 1941, sapi perah Sahiwal yang terbaik dapat memproduksi susu antara 2722-5897 liter pertahun dengan kadar lemak 3,7 %.
Ternak Sapi perah
Sapi Sahiwal Betina
Sapi Perah
Sapi Sahiwal Jantan

Sapi Red Sindhi
  • Negara Asal: Karachi, Hyderabad dan Kohistan, Pakistan
  • Warna: Merah tua
  • Bobot Betina Dewasa: 300-350kg
  • Bobot Jantan Dewasa: 450-500kg.

Sapi Red Sindhi dapat memproduksi susu 2000 kg/tahun. Akan tetapi ada juga yang mencapai 3000kg /th dengan kadar lemak 4.5%.
Sapi Red Sindhi ini memiliki tubuh yang lebih kecil di bandingkan dengan saudara satu negaranya yaitu sapi Sahiwal.

Sapi perah
Sapi Red Shindi Betina

Ternak Sapi perah
Red Shindi Jantan

Sapi Holstein-Friesien.
  • Negara Asal: Nort Holand dan West Friesland, Belanda
  • Warna: Corak Hitam Putih, Merah Putih
  • Bobot Betina Dewasa: 560kg-725kg
  • Bobot Pejantan Dewasa: 820kg -1 ton
Sapi Holstein -Friesien adalah sapi yang memiliki dwi fungsi, disamping kemampuan produksi susunya sangat tinggi, sapi Holstein-Friesien juga memiliki pertumbuhan yang cepat sehingga sering juga di ternakkan sebagai sapi potong.

Sapi ini memiliki karkas yang bagus, sehingga sapi Holstein -Friesien banyak juga yang di ternakkan dengan tujuan memproduksi daging.
Seperti di Amerika, karena keunggulan yang di miliki sapi Holstein-Friesien, hampir semua sapi perah yang ada di Amerika adalah sapi perah dari jenis Holstein-Friesien.

Holstein - Friesien dapat memproduksi susu 57.000kg dalam satu tahun.
Susu yang di hasilkan oleh sapi Holstein Friesien memiliki kandungan lemak yang cukup rendah yaitu ada di kisaran 3,5%-3,7%.

Warna lemaknya kuning dengan butiran-butiran (globuli) lemaknya kecil, sehingga baik untuk dikonsumsi susu segar.


Sapi Perah
Holstein-Friesian Jantan

Sapi perah
Holstein Friesian Betina

Sapi Jersey
  • Negara Asal: Pulau Jersey, Inggris.
  • Warna: Coklat
  • Bobot Betina Dewasa: 362kg-500kg
  • Bobot Pejantan Dewasa: 500kg -700kg

Kemampuam memproduksi susu sapi Jersey tidak terlalu tinggi, rata-rata sapi Jersey memproduksi susu 3773kg / tahun dengan kadar lemak 5,2%.

Susu yang di hasilkan oleh sapi Jersey ini memiliki warna kuning, hal ini di sebabkan karena tingginya kandungan karoten yang terdapat di dalam susu, prosentase kandungan lemak tinggi dan juga karena bahan padatnya juga tinggi.

Sapi Perah
Sapi Perah Jersey

Sapi Guernsey.
  • Negara Asal: Pulau Guernsey, Inggris.
  • Warna: Coklat Muda kombinasi Putih.
  • Bobot Betina Dewasa: 362kg-500kg
  • Bobot Pejantan Dewasa: 500kg -771kg

Sapi Guernsey, yang berasal dari pulau yang dekat dengan Pulau Jersey ini sebenarnya tidak terlalu banyak dijadikan pilihan dalam peternakan sapi perah, sama halnya dengan sapi Jersey.

Akan tetapi kadar lemaknya yang tinggi menjadikan sapi Guernsey di jadikan pilihan sebagai sapi perah penghasil lemak susu.

Produksi susu sapi perah Guernsey ada di kisaran 4163kg per tahun. Kemampuan produksi sapi Guernsey lebih tinggi di banding dengan sapi perah Jersey.
Kelebihan sapi perah Jersey memiliki pertumbuhan dan keseragaman standar produksi susu.

Perbedaan dominan yang terdapat diantara sapi Guernsey dan Jersey adalah pada susu sapi Guernsey memiliki kandungan kadar karoten yang lebih tinggi di bandingkan sapi Jersey.
Kandungan lemak pada susu sapi Guernsey lebih rendah di banding sapi Jersey, yaitu ada di kisaran 4,7%.
ternak sapi perah
Sapi Perah Guernsey

Sapi Ayrshire.
  • Negara Asal: Skotlandia
  • Warna: Merah Putih.
  • Bobot Betina Dewasa: 566kg
  • Bobot Pejantan Dewasa: 725kg -1 ton
Sapi Perah Ayrshire adalah sapi yang mudah gugup dan kagetan, kalau Anda memilih untuk membeli sapi jenis ini, siap-siap saja berusaha menenangkannya kalau sapi ini kaget.

Sapi Ayrshire dapat memproduksi susu sebanyak 4677 kg / tahun. Dan kadar lemak yang terkandung di dalam susu yang di hasilan sapi Ayrshire adalah sebanyak 4%.
Ternak sapi perah
Sapi Ayrshire Betina


Sapi Brown Swiss
  • Negara Asal: Swiss
  • Warna: bervariasi, coklat muda, coklat tua.
  • Bobot Betina Dewasa: 544kg-635kg
  • Bobot Pejantan Dewasa: 725kg -1 ton
Sapi Brown Swiss adalah jenis sapi dwifungsi, dapat di andalkan produksi susunya, produksi dagingnya juga sangat bagus.

Sapi Brown Swiss memiliki tubuh yang besar dan lemak badannya yang berwarna putih, ini membuat sapi brown swiss di sukai untuk di ternakkan sebagai sapi penghasil daging.

Di samping kualitas daging yang bagus, kemampuan produksi susu yang cukup tinggi juga menjadikan sapi brown swiss di jadikan sapi perah.

Produksi susu sapi brown swiss rata-rata 4926kg per tahun. Kadar lemak yang terdapat di dalam susu sebesar 4.1%, lemak susunya berwarna agak putih.
Ternak Sapi Perah
Sapi Brown Swiss Cow


Dari beberapa jenis sapi perah yang sudah di sebutkan di atas, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan, mengapa sapi perah yang banyak di pelihara oleh peternak sapi perah di Indonesia adalah sapi dari Holstein -Friesien.

Melihat profil kemampuan produksi susu dan produksi dagingnya untuk di ternakkan sebagai sapi potong, sapi holstein friesien di jadikan pilihan sebagai sapi perah yang dapat juga di jadikan sebagai sapi potong.

Mengingat negara asal sapi holstein -friesien memiliki perbedaan iklim dengan di Indonesia, sapi holstein ini di kawinkan dengan sapi lokal.

Beternak sapi perah mempunyai prospek yang bagus, mengingat susu masih menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Meningkatnya penghasilan masyarakat Indonesia, berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia, dan sudah pasti kebutuhan masyarakat Indonesia terharap susu akan semakin meningkat.

Para peternak sapi perah biasanya bergabung dalam sebuah wadah yang berbentuk koperasi yang akan membantu proses pemasaran dari produk yang di hasilkan peternakannya.

Berbeda dengan peternak sapi potong, dimana proses penjualan produknya sering di lakukan sendiri tanpa melalui wadah koperasi.

Sebenarnya para peternak sapi potong pun dapat mengikuti jejak peternak sapi perah yang membentuk sebuah koperasi, sehingga pemasaran hasil ternak dapat terjamin dengan baik, dan tentunya imbas fluktuasi harga sapi tidak terlalu berpengaruh besar terhadap usaha peternakannya.


Video Peternakan Sapi Perah


Salam peternakan,
Semoga bermanfaat.
Written by: Wiraternak
Wiraternak, Updated at: January 16, 2016

31 December 2015

Inilah Teknologi Canggih Penetasan Ayam Pedaging Dan Ayam Petelur

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, bagaimana ya proses penetasan ayam pedaging dan ayam petelur skala industri dimana setiap hari mampu menetaskan jutaan anak ayam atau DOC yang siap di kirim menuju para peternak ayam.
Bagaimana pengolahannya, pengaturannya, secara yang di tetaskan itu jutaan telur setiap harinya.

Baca: 

"Kandang Ayam Petelur Ini, Harganya Lebih Dari Rp.5 Miliar!"

Proses penetasan telur ayam pedaging dan ayam petelur skala industri, tentu tidak di lakukan menggunakan mesin tetas sederhana apalagi di tetaskan secara tradisional, wah ya tidak bakal mampu memenuhi kebutuhan pasar kalau cara penetasan yang di gunakan masih menggunakan cara penetasan sederhana.

Dalam penetasan telur ayam pedaging dan petelur skala industri, proses penetasan telur menggunakan teknologi yang sangat canggih.
Video industri penetasan telur dapat di lihat pada bagian bawah artikel ini.

Kalau teknologi yang di gunakan masih sangat sederhana, tentu perusahaan penyedia DOC tidak akan dapat memenuhi kebutuhan para peternak yang setiap hari membutuhkan jutaan DOC.

Pada industri penetasan modern, dimana jumlah telur yang di tetaskan berjumlah ribuan bahkan jutaan telur, teknologi yang di gunakan sudah menggunakan teknologi sensor untuk melakukan seleksi pada telur yang tidak berisi embrio.

Berbeda dengan penetasan skala kecil, seleksi telur tetas yang tidak fertil, masih menggunakan teropong telur dengan penyinaran lampu senter atau menggunakan kotak yang di beri lubang dimana di dalamnya di beri lampu.

Penetasan telur tetas skala industri pada umumnya menggunakan dua jenis mesin tetas, yaitu inkubator dan hatchery.

Inkubator
Setelah telur di kumpulkan dari peternakan Parent stock dan lolos pada seleksi tahap pertama, yaitu seleksi kualitas telur, di antara telur retak, besar telur dengan besar yang ideal. kemudian telur tetas lolos dari seleksi tahap pertama, telur di masukkan ke dalam inkubator.
Temperatur dan kelembaban di dalam inkubator disesuaikan seperti pada penetasan alami.


Pada inkubator ini, telur akan bergerak miring ke kanan dan miring ke kiri  45 derajat, hal ini bertujuan supaya kuning telur tidak menempel pada satu sisi. Hampir sama pada penetasan skala kecil. Biasanya pada penetasan skala kecil, telur tetas akan mulai di lakukan pembalikan pada hari ke 4 sampai hari ke 18.

Setelah hari ke 18 penetasan, rak telur di keluarkan dari dalam inkubator, kemudian telur di tempatkan pada konveyor untuk di lakukan seleksi tahap ke dua.
Pada seleksi tahap kedua ini, seleksi telur menggunakan peralatan yang sangat canggih, dimana terdapat sensor dengan akurasi tinggi untuk memisahkan telur yang berisi embrio dan telur yang kosong alias telur tidak fertil.

Ada perbedaan signifikan pada proses penetasan telur skala industri, dimana telur yang lolos pada seleksi tahap ke dua akan di beri lubang untuk memudahkan anak ayam memecahkan cangkang telur ketika menetas nanti.
Hal ini jarang sekali di lakukan oleh penetas telur skala kecil, pada umumnya penetas telur skala kecil akan membiarkan anak ayam yang berada pada cangkang memecahkan cangkang telurnya secara alami.


Dengan memberi lubang pada telur tetas, akan sangat membantu meningkatkan tingkat keberhasilan dalam proses penetasan telur.

Hatchery
Setelah telur di lubangi, kemudian telur di masukkan ke dalam rak penetasan. Setiap rak telur berisi 168 telur, rak telur ini akan di bawa ke dalam ruangan penetasan sampai telur menetas. Pada ruang penetas ini, telur sudah tidak akan di bolak balik lagi seperti pada ruang inkubator.


Dengan alasan itulah, mesin hatchery di desain berbeda dengan inkubator penetasan telur pada hari pertama sampai hari ke delapan belas.


Pada hari ke 19, telur akan mulai menetas. Untuk dapat keluar dari cangkang telur ini, anak ayam membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 8 jam .
Setelah melewati fase keluar dari cangkang telur, anak ayam akan terlihat sudah dapat bergerak lincah.

Seleksi Jantan Dan Betina
Setelah 4 jam berada pada ruang hatchery, petugas penetas telur akan membawa anak ayam menuju separator yang akan memisahkan anak ayam dan cangkang telur.

Cangkang telur akan di produksi sebagai sumber kalsium. Sementara anak ayam akan di pisahkan untuk di lakukan seleksi jenis kelamin atau sexing.

Pada tahap seleksi ini, orang yang bekerja pada bagian sexing akan memisahkan anak ayam berdasarkan jenis kelamin.

Setelah di lakukan seleksi tahap akhir, anak ayam akan di masukkan ke dalam box dengan  kemudian akan di lakukan vaksinasi sebelum di kemas dan di kirimkan ke konsumen yang sudah siap menunggu ke datangan anak ayam pesanannya.

Tingginya permintaan DOC ayam pedaging dan DOC ayam petelur, menuntut perusahaan produsen DOC untuk selalu memperbaiki kualitas produksi perusahaannya. Baik secara kualitas produk maupun kualitas pelayanan.

Kecepatan dalam menyediakan DOC pesanan peternak, adalah salah satu standar kualitas pelayanan yang selalu di utamakan oleh perusahaan produsen DOC. Kecanggihan teknologi penetasan inilah salah satu penentu kecepatan dalam melayani pesanan konsumen.

Karena peternak juga berpacu dengan waktu, perusahaan penyedia DOC pun berusaha mengikuti irama kebutuhan peternak akan DOC yang akan di jadikan peternakan ayam kampung petelur maupun ayam kampung pedaging.

Seperti yang kita tahu, mesin penetas awalnya hanyalah sebuah kotak yang di lapisi dengan pelapis supaya temperatur ruangan mesin tetas tidak terlalu terpengaruh dengan temperatur luar. Seiring dengan perkembangan teknologi, proses penetasanpun berkembang semakin canggih.

Mungkin ada yang bertanya, berapa ya nilai investasi untuk membuat usaha penetasan sedemikian rupa?
Tentu di butuhkan milyaran rupiah untuk dapat memiliki sistem penetasan yang canggih seperti ini.

Sebenarnya kita juga dapat mengaplikasikan beberapa teknologi yang terdapat pada penetasan super canggih ini, di antaranya adalah penyediaan dua jenis mesin tetas, yaitu inkubator dan hatchery.
Dengan menggunakan dua jenis mesin tetas, akan dapat menghemat nilai investasi pengadaan mesin tetas.
Karena penetasan pada inkubator hanya akan berlangsung delapan belas hari, kemudian setelah itu telur di pindah pada mesin hatchery.

Di bawah ini adalah sistem penetasan dari sebuah industri penetasan telur tetas ayam pedaging dan ayam petelur.




Salam peternakan,
Semoga bermanfaat.
Written by: Wiraternak
Wiraternak, Updated at: December 31, 2015

Gudang Sepatu Import Murah

loading...